Ruas Tol Balikpapan-IKN Segmen 3A2 Alami Ambruk di KM 11 Balikpapan

Pasca Libur Nataru

featured-image

istimewa

KALTIMWARA.COM - SAMARINDA - Kabar mengejutkan datang dari jalur penghubung utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Ruas Jalan Tol Balikpapan-IKN Segmen 3A2, tepatnya di Kilometer 11 Balikpapan Utara, dilaporkan mengalami kerusakan parah berupa patahnya struktur jalan hingga ambruk ke tanah pada Jumat pagi, 9 Januari 2026.

 

Insiden ini terjadi tak lama setelah wilayah Balikpapan diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis sore, 8 Januari 2026. Curah hujan ekstrem tersebut diduga menjadi pemicu utama terjadinya pergerakan tanah yang melemahkan stabilitas struktur jalan, terutama pada titik sambungan overpass.

 

Seorang saksi mata yang merupakan pekerja di sekitar lokasi menuturkan betapa cepatnya perubahan kondisi jalan tersebut. Menurutnya, pada hari sebelumnya jalur itu masih terlihat sangat kokoh dan dapat dilalui tanpa kendala.

 

"Kami lewat Kamis pagi masih aman. Tapi Jumat pagi, sambungan jalannya sudah patah dan turun," ungkap salah satu saksi di lokasi kejadian yang menyaksikan langsung kerusakan tersebut pada Jumat pagi.

 

Kabar ambruknya proyek strategis nasional ini pun langsung viral di kanal komunikasi warga. Neny Triana, seorang warga Kelurahan Sotek, Penajam Paser Utara, menjadi salah satu pihak yang pertama kali menyebarkan informasi valid mengenai kondisi jalan yang terbelah tersebut ke grup-grup WhatsApp.

 

"Ini informasi valid. Jalan tol ambruk di KM 11. Jalan tol KM 11 yang baru runtuh karena hujan semalam," tulis Neny Triana dalam pesan singkatnya saat mengonfirmasi kejadian tersebut kepada rekan-rekan dan masyarakat sekitar.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan respons cepat dari petugas gabungan yang langsung melakukan penutupan total di area Overpass Jalan Soekarno-Hatta KM 11. Pagar pengaman serta rambu peringatan dipasang dengan ketat guna memastikan tidak ada pengendara yang nekat melintas demi menjaga keselamatan jiwa.

 

Hingga saat ini, sejumlah alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan pembersihan material. Pihak berwenang juga sedang melakukan penilaian teknis mendalam untuk mengetahui apakah ada kesalahan pada sisi desain konstruksi atau murni faktor geoteknik akibat cuaca.

 

Ironisnya, ruas tol yang kini lumpuh total tersebut baru saja difungsikan secara terbatas untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Selama periode tersebut, tercatat lebih dari 91 ribu kendaraan telah melintasi jalur ini sebagai akses utama menuju kawasan penyangga IKN.

 

Meski kerusakan sudah terlihat jelas, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait jangka waktu perbaikan. Sementara itu, arus lalu lintas telah dialihkan sepenuhnya ke jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan di sekitar titik longsor.(ecy/kw)