Program Makan Bergizi Gratis Berlanjut di Bulan Ramadan
Kepala BGN (istimewa)
KALTIMWARA.COM - JAKARTA - Pemerintah memastikan bahwa program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan terhenti meskipun memasuki bulan suci Ramadan. Keputusan ini diambil untuk menjaga kesinambungan asupan nutrisi bagi para penerima manfaat, terutama kalangan pelajar, di tengah menjalankan ibadah puasa. Berita yang dikonfirmasi pada Senin, 24 Maret 2025 ini, menjawab keraguan publik mengenai keberlanjutan program di bulan penuh berkah tersebut.
Berbeda dengan hari-hari biasa di mana makanan dibagikan pada jam makan siang sekolah, selama bulan Ramadan skema penyaluran akan mengalami modifikasi. Pemerintah telah merancang agar bantuan pangan tersebut tetap sampai kepada siswa dalam bentuk paket makanan untuk sahur dan berbuka puasa. Hal ini bertujuan agar target pemenuhan gizi nasional tetap tercapai tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah.
Langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan bahwa nutrisi yang cukup sangat krusial bagi anak-anak sekolah yang tetap menjalankan aktivitas belajar sambil berpuasa. Dengan adanya jaminan makanan bergizi di waktu sahur dan berbuka, diharapkan konsentrasi dan stamina para pelajar tidak menurun. Selain itu, program ini juga membantu meringankan beban ekonomi keluarga selama periode Ramadan.
Pihak otoritas terkait menjelaskan bahwa teknis distribusi akan disesuaikan dengan kondisi lokal masing-masing daerah. Di beberapa wilayah, paket makanan mungkin akan diserahkan melalui sekolah sebelum waktu pulang, sehingga siswa dapat membawanya ke rumah untuk dikonsumsi saat waktu berbuka atau disimpan untuk santap sahur.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik tetap berjalannya program ini. Menurutnya, kesehatan dan kecukupan gizi anak-anak adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh terjeda oleh momentum musiman, melainkan harus dikelola secara konsisten.
"Kami memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama bulan Ramadan. Namun, penyalurannya akan disesuaikan, yakni untuk waktu sahur dan berbuka puasa. Tujuannya agar anak-anak kita tetap mendapatkan asupan gizi yang optimal meski sedang berpuasa," ungkap Dadan Hindayana dalam keterangannya di Jakarta.
Dadan juga menambahkan bahwa menu yang disajikan selama Ramadan akan tetap mengikuti standar kecukupan kalori dan komposisi gizi yang telah ditetapkan sebelumnya. Koordinasi dengan pihak penyedia makanan atau dapur umum di setiap daerah pun ditingkatkan guna memastikan ketepatan waktu distribusi menjelang waktu sahur dan berbuka.
Keputusan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan yang menilai pemerintah cukup responsif dalam mengadaptasi kebijakan lapangan. Dengan tetap berjalannya program MBG, diharapkan angka kecukupan gizi nasional terus meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan fisik generasi muda dalam menjalankan kewajiban ibadah mereka.(kw/ecy)