Kebakaran Hebat Hanguskan 9 Rumah di Samarinda Seberang

Sekitar 40 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

featured-image

kebakaran

KALTIMWARA.COM - SAMARINDA - Musibah kebakaran kembali melanda pemukiman padat penduduk di Kota Samarinda, tepatnya di kawasan Samarinda Seberang pada Kamis (8/1/2026) dini hari. Si jago merah berkobar saat warga tengah terlelap, menghanguskan deretan bangunan kayu dan menyebabkan puluhan warga terpaksa kehilangan tempat bernaung.

 

Berdasarkan data resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, laporan kebakaran pertama kali diterima melalui Pusat Komunikasi (Puskom) pada pukul 02.20 WITA. Lokasi kejadian berada di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Abu Bakar RT.01, Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang.

 

Merespons laporan tersebut, Disdamkar segera mengerahkan Regu 3 menuju titik api. Armada pemadam terpantau berangkat pada pukul 02.25 WITA dan tiba di lokasi kejadian hanya berselang lima menit kemudian. Langkah cepat diambil petugas guna melokalisasi api agar tidak merambat lebih luas ke bangunan di sekitarnya.

 

Amukan api tercatat melahap area seluas 70 meter x 35 meter. Akibat insiden ini, sebanyak 9 unit rumah tunggal dan 2 unit sepeda motor dilaporkan hangus terbakar. Tipologi kawasan yang merupakan zona perumahan kampung dengan jarak antar bangunan yang rapat membuat api dengan sangat cepat menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya.

 

Dampak sosial dari bencana ini cukup besar, di mana sebanyak 10 Kepala Keluarga (KK) dengan total 40 jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Beruntung, dalam laporan resmi disebutkan bahwa tidak ada korban luka maupun korban jiwa (negatif) dalam peristiwa memilukan di awal tahun 2026 ini.

 

Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih dua jam sepuluh menit. Petugas mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 02.35 WITA dan berhasil menyelesaikan penanganan secara total hingga tahap pendinginan pada pukul 04.35 WITA. Kerja keras petugas di lapangan didukung oleh relawan dan warga setempat.

 

Meski berhasil dipadamkan, petugas mengaku sempat mengalami kendala teknis saat menuju titik api. Akses jalan menuju lokasi kejadian dinilai sangat sempit, sehingga menyulitkan manuver kendaraan besar milik Disdamkar. Hal ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya akses jalan darurat di kawasan pemukiman padat.

 

Mengenai penyebab pasti kebakaran, dugaan sementara mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik. Namun demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan pemicu utama munculnya api di Gang Abu Bakar tersebut.(kw/ecy)